Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong Pemuda Katolik menjadi motor pembangunan di daerah tersebut yang merupakan daerah otonom baru (DOB) di Tanah Papua.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah Albertus Adii di Nabire, Jumat, mengatakan peran pemuda sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah yang saat ini masih dalam tahap awal pembangunan.
“Kita berharap Pemuda Katolik mampu memperkuat kemitraan dan penyusunan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi Papua Tengah.
Ia menjelaskan, fokus kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah saat ini adalah meletakkan dasar pembangunan di semua sektor yang nantinya akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi penting untuk memperkuat pembangunan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga kehidupan berdemokrasi.
Ia juga menekankan pentingnya nilai agama dan adat sebagai landasan dalam pergerakan generasi muda di Papua Tengah.
“Agama dan adat harus menjadi filosofi dalam kehidupan generasi muda. Ini menjadi dasar dalam berkarya dan berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Ia berharap melalui Rakerda tersebut, Pemuda Katolik mampu merumuskan program kerja yang realistis, fleksibel, serta memiliki dampak langsung bagi masyarakat dan selaras dengan program pemerintah daerah.
Ketua Panitia Rakerda Hendrikus Yeimo mengatakan kegiatan tersebut merupakan rapat kerja perdana yang terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk senior organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan para simpatisan.
“Kami juga telah melakukan audiensi dengan pemerintah sebagai tindak lanjut mandat pengurus pusat agar Komda dapat membangun kerja sama dalam program-program nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komda Pemuda Katolik Papua Tengah Nathan Tebai menyebutkan organisasi yang baru terbentuk itu masih dalam tahap awal pengembangan, terutama dalam hal kaderisasi.
Ia menambahkan ke depan pihaknya ingin mendorong pemuda memiliki pola pikir kewirausahaan agar organisasi dapat berdiri mandiri sekaligus tetap kritis dalam menyuarakan kepentingan masyarakat dan gereja.
Rakerda I Pemuda Katolik Papua Tengah digelar di Nabire pada 24–25 April 2026 dengan mengusung tema peningkatan kemitraan dengan pemerintah sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026