Nabire, Papua Tengah (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Tengah memperketat pengawasan harga dan distribusi sembako atau bahan pokok guna mencegah lonjakan harga menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.
Kepala Disperindag Provinsi Papua Tengah Norbertus Mote di Nabire, Sabtu, mengatakan pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga di pasar Kabupaten Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah dan meminta distributor maupun pemasok tidak memainkan harga.
“Kami meningkatkan pengawasan dengan turun langsung ke gudang distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia di pasar dan harga tidak melonjak,” katanya.
Ia mengatakan persediaan bahan pokok saat ini masih aman dan secara umum harga bahan pokok di pasaran masih stabil, khususnya beras, minyak dan gula. Bahkan stok beras di Perum Bulog cukup untuk tiga bulan ke depan.
Hanya beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan, terutama cabai dan daging sapi, namun masih dalam ambang wajar.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai biasanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram, namun saat ini merangkak naik hingga Rp90 ribu per kilogram. Pemerintah berharap kenaikan tidak menyentuh Rp110 ribu per kilogram.
Sementara harga daging sapi yang normalnya sekitar Rp120 ribu per kilogram kini dilaporkan mencapai Rp150 ribu per kilogram di beberapa titik penjualan.
Menurut dia, kenaikan harga daging sapi terjadi karena pasokan masih didatangkan dari luar daerah, sementara kebutuhan daging terus meningkat sejak Nabire menjadi ibu kota provinsi.
Kondisi serupa juga terjadi pada cabai yang sebagian besar masih bergantung dari luar daerah karena produksi lokal belum mampu memenuhi permintaan pasar.
Disperindag Provinsi Papua Tengah bersama instansi terkait terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distributor dan pasar tradisional.
“Jika ditemukan pemasok atau pedagang menjual bahan pokok dengan harga terlalu tinggi maka kita pemerintah akan melibatkan aparat penegak hukum untuk menindak mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, izin usaha distributor yang diberikan pemerintah daerah juga menjadi instrumen pengendalian. Jika ada pelaku usaha terbukti memainkan harga, izin usaha dapat dicabut sebagai bentuk sanksi.
Pemerintah juga menertibkan jalur distribusi agar tidak terlalu panjang akibat banyaknya perantara yang memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
“Pemerintah daerah mengapresiasi distributor yang selama ini mengantisipasi stok barang sebelum hari raya sehingga bahan pokok tetap tersedia di pasar, namun kita meminta harga terus dijaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga kebutuhan pokok di Papua Tengah relatif stabil dalam sepekan terakhir.
Harga beras premium tetap Rp18.833 per kilogram, gula pasir curah Rp20.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp25.833 per liter, daging ayam ras Rp45.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp39.444 per kilogram.
Begitu juga harga bawang merah dan bawah putih yang relatif stabil di kisaran Rp54 ribu dan Rp50 ribu per kilogram. Sedangkan harga tepung terigu juga masih sama Rp15.500 per kilogram.
