Timika (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak masyarakat setempat menjaga toleransi antar-umat beragama menjelang pelaksanaan hari besar keagamaan yang dirayakan secara berdekatan di wilayah itu.
Bupati Johannes Rettob di Timika, Provinsi Papua Tengah, Senin, menyebut empat peristiwa hari besar keagamaan itu, yakni tahun baru Imlek 2026, tahun baru Saka 1948 bagi umat Hindu, awal puasa Ramadan 1447 Hijriah dan Idul Fitri 2026 bagi umat islam, serta masa Prapaskah menjelang hari raya Paskah bagi umat Kristen dan Katolik.
Ia berpesan kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Mimika menjadikan hari besar keagamaan tersebut sebagai sarana refleksi diri sesuai ajaran agama masing-masing serta mempererat tali silaturahim di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Mimika merupakan daerah yang masyarakatnya sangat heterogen, terdiri atas berbagai suku, agama, dan budaya. Momentum hari raya ini mari kita jaga toleransi antar-umat beragama,” katanya.
Kabupaten Mimika sebelumnya terpilih sebagai daerah paling harmonis (juara I) dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia dan meraih Harmony Award 2025 yang diserahkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Jakarta pada 28 November 2025.
“Mari kita jaga bersama apa yang sudah diraih sebagai kabupaten terharmonis di Indonesia. Kita harus membuktikan bahwa Mimika benar-benar harmonis dan menjunjung tinggi toleransi antar-umat beragama,” kata Johannes.
Bupati Mimika ajak warga jaga toleransi jelang hari besar keagamaan
Senin, 16 Februari 2026 18:08 WIB
Bupati Mimika Johannes Rettob. ANTARA/Marselinus Nara
