Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyoroti kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam melakukan pengamanan belum maksimal, sehingga mengakibatkan insiden pencurian dua patung burung kasuari di lingkungan kantor gubernur.
“Satpol ada di mana sampai patung yang besar itu bisa hilang,” tegas Dominggus usai mengikuti ibadah awal bulan ASN di Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari, Selasa.
Dia menilai, sistem pengamanan kantor gubernur, khususnya pada malam hari, masih sangat lemah karena dari 12 petugas yang harus berjaga, kerap kali hanya dua hingga empat orang, bahkan terkadang tidak ada sama sekali.
Kondisi tersebut sangat disayangkan karena memberikan ruang kepada pelaku tindak kejahatan melakukan aksi pencurian dua patung yang menjadi ikon serta kebanggaan pemerintah provinsi.
“Saya sering datang pantau malam hari. Kadang hanya dua sampai empat orang, bahkan tidak ada petugas Satpol yang berjaga,” ujar Dominggus.
Dia menegaskan bahwa Satpol PP memiliki tanggung jawab penuh terhadap keamanan seluruh aset milik pemerintah daerah, sehingga perlu ada perbaikan kinerja guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah provinsi telah melayangkan laporan kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat terkait kasus pencurian dua patung burung kasuari, dan insiden tersebut diharapkan tidak terulang kembali akibat kelalaian Satpol PP.
“Saya tegaskan, kejadian ini cukup yang terakhir dan jangan terulang kembali,” ujarnya.
Perlu diketahui, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Papua Barat telah mengamankan dua orang tersangka pencurian patung kasuari berinisial LH dan LIM sekaligus F selaku penadah barang curian tersebut.
Penangkapan tersangka dan penadah patung kasuari berbahan tembaga berdasarkan laporan yang dilayangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan nomor: LP/B/117/IV/2026/SKPT/Polda Papua Barat tertanggal 5 April 2026.
