Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw, Papua Barat Daya, menggandeng UNICEF dalam upaya meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa melalui program pendampingan pendidikan yang telah berjalan selama tiga tahun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tambrauw Karel Nauw di Sorong, Sabtu, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga pada peningkatan kapasitas guru dan manajemen sekolah.

“Selama kurang lebih dua tahun dan tahun ini memasuki tahun ketiga, program ini mencakup pelatihan guru, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga penguatan administrasi sekolah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, UNICEF bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada sekolah-sekolah.

Kegiatan tersebut meliputi pelatihan penyusunan silabus, metode pembelajaran, hingga peningkatan kompetensi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Pendampingan juga dilakukan secara langsung ke sejumlah sekolah di wilayah Sausapor Raya dan Distrik Fef.

“Memang tidak semua sekolah terjangkau, tetapi sekolah yang menjadi sasaran pendampingan menunjukkan perkembangan yang cukup baik,” katanya.

Menurut Karel, kehadiran program tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam peningkatan kemampuan guru yang kini mulai mampu menjadi narasumber dan pelatih bagi rekan sejawat.

Selain itu, kata dia, capaian literasi dan numerasi siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan sebelum program berjalan. “Dari sisi literasi dan numerasi sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Guru-guru juga sudah lebih menguasai materi dan metode pembelajaran,” ujarnya.

Meski demikian ia mengakui pelaksanaan program sempat menghadapi kendala, terutama di wilayah yang terdampak gangguan keamanan, sehingga kegiatan pendampingan tidak dapat berjalan optimal.

Saat ini, kata dia, program tersebut memasuki tahun ketiga, sekaligus tahap akhir pelaksanaan. Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan keberlanjutan program ke depan.

“Tahun ini kami evaluasi. Jika memungkinkan, kerja sama dapat dilanjutkan, namun jika tidak, maka program ini akan berakhir pada 2026 sesuai rencana,” katanya.

Dia berharap hasil dari program tersebut dapat terus berlanjut melalui kemandirian guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026