Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sebesar Rp62 miliar yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung Program Sekolah Gratis bagi seluruh jenjang pendidikan pada tahun 2026.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat di Sorong, Kamis, mengatakan anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai Program Sekolah Gratis mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Untuk enam bulan pertama kami anggarkan Rp31 miliar, kemudian enam bulan berikutnya Rp31 miliar lagi, sehingga total satu tahun Rp62 miliar untuk sekolah gratis,” kata Septinus Lobat.

Ia menegaskan Program Sekolah Gratis akan terus dijalankan karena pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Menurut dia, investasi di bidang pendidikan jauh lebih penting karena dapat membentuk kesadaran dan kualitas masyarakat pada masa mendatang.

“Kalau kita hanya membangun fisik, tetapi sumber daya manusianya tidak dibangun, suatu saat pembangunan itu bisa dirusak karena orangnya belum sadar. Karena itu yang dibangun pertama adalah manusianya,” ujar Wali Kota Septinus.

Septinus mengatakan Program Sekolah Gratis menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Sorong dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Ia juga mengapresiasi kunjungan pimpinan dan anggota DPRK Boven Digoel, Papua Selatan, yang datang untuk mempelajari sistem pengelolaan program sekolah gratis di Kota Sorong.

“Kunjungan ini sangat baik karena mereka ingin mengadopsi sistem pengelolaan pendidikan atau sekolah gratis di daerahnya,” kata Wali Kota Septinus Lobat.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026