Timika (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika, Papua Tengah menggandeng Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi orang asli Papua (OAP) di wilayah itu.

Direktur RSUD Mimika Faustina Helena Burdam di Timika, Kamis, mengatakan pihaknya telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan YPMAK pada Rabu (22/4/2026).

PKS itu mengatur pelayanan komplementer rujukan keluar daerah bagi pasien orang asli Papua (OAP), khususnya masyarakat tujuh suku di Mimika yaitu Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan yaitu Dani, Damal, Mee, Moni dan Nduga.

Untuk diketahui, YPMAK merupakan pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Melalui kerja sama ini maka pasien tujuh suku yang tidak bisa ditangani di RSUD Mimika akan dirujuk ke rumah sakit yang telah bermitra dengan YPMAK di Jayapura, Makassar dan Jakarta," jelas Faustina.

Menurut dia, pasien yang terpaksa dirujuk ke luar daerah tentu membutuhkan biaya tambahan seperti tiket pesawat, biaya keluarga yang mendampingi pasien, tempat tinggal, dan lainnya.

"Karena itu kerja sama ini sangat penting. Dalam proses rujukan pasien, jika ada keluarga yang mendampingi, seluruh biaya transportasi menuju kota rujukan, baik pergi maupun kembali, akan ditanggung oleh YPMAK," ujarnya.

Ia menyebut kerja sama ini membuktikan adanya komitmen kuat bersama antara Pemkab Mimika, YPMAK dan juga PTFI dalam memberikan perhatian pelayanan kesehatan secara optimal bagi warga Papua di Mimika.

Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan kerja sama komplementer rujukan ini bertujuan agar pasien tujuh suku yang membutuhkan rujukan ke luar daerah dapat segera dirujuk ke rumah sakit yang telah bekerja sama dengan YPMAK

YPMAK mengharapkan  akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama masyarakat tujuh suku sebagai penerimaan manfaat dana kemitraan PT FI bisa lebih dipermudah.

"Pasien Amungme dan Kamoro serta lima suku kerabat yang berobat di RSUD Mimika sangat banyak, sehingga penting untuk melaksanakan kerja sama ini. Melalui kerja sama seperti ini, kita bisa melayani lebih banyak masyarakat," kata Leonardus.

Ketua Pembina YPMAK Engel Enoc menyebut kerja sama tersebut penting dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Amungme, Kamoro, serta lima suku kerabat lainnya.

Enoc mengatakan program pelayanan kepada masyarakat tidak akan berhasil tanpa dukungan para pemangku kepentingan lainnya di Mimika.

"Tanpa pemerintah daerah dan lembaga adat, akan sulit menjalankan program. Karena itu, semua pemangku kepentingan harus bekerja sama," ujarnya.
 



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026