Fakfak (ANTARA) - Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengatakan penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026 di Provinsi Papua Barat difokuskan pada wilayah pinggiran guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kebijakan afirmasi dalam mendistribusikan beasiswa sangat penting untuk mengurai masalah kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dengan perkampungan, terutama daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
“Penyaluran lebih menyasar ke peserta didik di daerah pinggiran supaya benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” kata Filep setelah melakukan reses di Kabupaten Fakfak, Jumat.
Menurut dia, penyaluran bantuan biaya pendidikan jenjang SD hingga SMA/SMK tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat, tetapi tetap memperhatikan aspek pemerataan dan ketetapan sasaran.
Optimalisasi pelaksanaan PIP tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dalam hal penyediaan data siswa yang akurat sesuai data pokok pendidikan (Dapodik), serta pengawasan orang tua terhadap penggunaan dana tersebut.
“Dapodik harus diperbarui secara berkala agar siswa yang benar-benar butuh bisa menerima PIP,” kata Filep.
Tahun 2025, kata dia, penyelenggaraan PIP yang merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak di Papua Barat menjangkau 36.879 siswa dengan nilai bantuan mencapai Rp26,66 miliar.
Penerima PIP terdiri atas 19.487 siswa SD dengan total nilai bantuan Rp7,82 miliar, 9.118 siswa SMP senilai Rp5,60 miliar, 6.006 siswa SMA senilai Rp9,70 miliar, dan 2.268 siswa SMK senilai Rp3,53 miliar.
“PIP bukan sekadar bantuan tunai pendidikan, tetapi wujud kehadiran negara memastikan tidak ada anak Papua yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” katanya.
Apabila dibandingkan dengan sejumlah provinsi di kawasan Indonesia timur, kata dia, realisasi penyaluran PIP di Papua Barat masih berada di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jumlah penerima PIP di Provinsi NTT sebanyak 758.636 siswa dengan nilai total bantuan mencapai Rp545,34 miliar dan Provinsi NTB 470.957 siswa dengan alokasi bantuan senilai Rp312,93 miliar.
“Tahun ini, saya usahakan agar kuota PIP Papua Barat ditambah sebanyak-banyaknya, tapi sekali lagi, saya berharap dukungan terkait akurasi Dapodik,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Penyaluran PIP di Papua Barat difokuskan di wilayah pinggiran
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026