Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan hari penggunaan bahasa daerah di sekolah sebagai upaya memperkuat identitas budaya dan melestarikan kekayaan bahasa lokal di kalangan generasi muda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Deni Tenouye di Nabire, Rabu, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah.

“Pemprov Papua Tengah telah menetapkan setiap hari Kamis sebagai hari penggunaan bahasa daerah di sekolah, disertai penggunaan tas tradisional khas Papua (noken) sebagai simbol identitas budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan kebijakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa daerah serta mendorong siswa mengenal dan menggunakan bahasa dari suku masing-masing.

Menurut Deni, keberadaan perda tersebut memberikan ruang untuk melakukan berbagai inovasi dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah, termasuk mendorong interaksi lintas suku di lingkungan pendidikan.

“Melalui penggunaan bahasa daerah di sekolah, para siswa tidak hanya menggunakan bahasa sendiri, tetapi juga dapat saling mengenal bahasa dari suku lain,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan dari kebijakan tersebut antara lain menjaga dan memelihara kelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Papua Tengah.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat fungsi bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional serta sarana pembentukan karakter dan budi pekerti.

Deni mengatakan sosialisasi kebijakan tersebut ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk gereja, sekolah, dan komunitas adat akan terus dilakukan.

“Sosialisasi ini menyasar semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, agar implementasi kebijakan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah mendorong dinas pendidikan kabupaten dan kota untuk menyusun modul muatan lokal yang mengangkat bahasa daerah sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran.

Dengan langkah tersebut, diharapkan keberagaman bahasa dan budaya di Papua Tengah semakin terjaga serta menjadi bagian dari penguatan identitas daerah di tengah perkembangan zaman.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026