Nabire (ANTARA) - Sebanyak 700 aparat gabungan TNI-Polri mengamankan dua aksi demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPR Papua Tengah, Kabupaten Nabire, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu di Nabire, Senin, mengatakan dua aksi tersebut dilakukan oleh Forum Peduli Masyarakat Nabire dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO).

“Aparat berhasil mengamankan dua aksi demonstrasi tersebut sehingga situasi kamtibmas di Nabire berjalan aman dan kondusif dari pagi hingga sore pukul 16.15 WIT sampai massa bubar,” katanya.

Ia menjelaskan aksi pertama digelar Forum Peduli Masyarakat Nabire di Kantor DPR Papua Tengah dengan jumlah peserta sekitar 250 orang. Aksi tersebut dipimpin Lerry Buiney sebagai koordinator lapangan dan Firman Djumati sebagai penanggung jawab.

Massa menyampaikan aspirasi terkait keresahan masyarakat atas meningkatnya aksi kriminalitas seperti begal dan gangguan keamanan lainnya yang dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama pada malam hari.

Sementara itu, aksi kedua dilakukan oleh IPMADO Kota Studi Nabire yang menuntut keadilan atas peristiwa yang dikenal sebagai Dogiyai berdarah.

Aksi mahasiswa yang dipimpin Martinus Petege itu menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain pengusutan korban sipil di Dogiyai, investigasi independen terhadap korban sipil, penghentian pendekatan kekerasan di Tanah Papua, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

Kapolres menjelaskan massa mahasiswa IPMADO rencananya dilakukan di lima titik kumpul untuk menuju DPRP Papua Tengah.

Namun akhirnya para demonstran bergabung di satu titik kumpul yaitu Pasar Karang dan melakukan long march menuju Kantor DPR Papua Tengah dengan pengawalan aparat.

“Selama penyampaian aspirasi di kantor DPR Papua Tengah maupun saat long march semuanya berjalan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan pengamanan dilakukan secara terpadu bersama TNI, termasuk dukungan dari Kodim, Lanal Nabire, Brimob, serta Satpol PP.

Menurut dia, keberhasilan pengamanan tidak terlepas dari komunikasi aktif antara aparat dengan koordinator lapangan serta pendekatan humanis selama kegiatan berlangsung.

“Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan cara-cara humanis sehingga dapat diterima seluruh peserta aksi,” katanya.

Ia menegaskan hingga massa membubarkan diri pada pukul 16.15 WIT, situasi tetap aman dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026