Waituku, Jita (ANTARA) - Warga Kampung Waituku, Distrik Jita, Mimika, memanfaatkan dana bantuan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, untuk membangun jembatan kayu sepanjang 100 meter dan membeli empat unit mesin 15 PK perahu (long boat).
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Waituku Tadius Raitu saat ditemui ANTARA di Waituku baru-baru ini mengatakan jembatan kayu konstruksi kayu besi itu merupakan akses penghubung antar RT di Kampung Waituku.
Pengerjaan jembatan kayu itu dilakukan sendiri oleh warga setempat.
Sementara keberadaan mesin perahu sangat membantu memudahkan aktivitas warga, mengingat akses utama dari dan menuju Waituku melalui jalur sungai.
"Mesin perahu kita beli untuk umum, ada yang kita percayakan untuk menjaga dan mengoperasikan mesin itu. Kalau ada warga yang pergi menjaring ikan atau mencari karaka (kepiting bakau), mereka bisa menggunakan sarana tersebut," jelas Tadius.
Sebagian dana juga digunakan untuk membeli mesin pemotong rumput, pembuatan kadang ternak ayam kampung, membeli jaring ikan dan membangun fasilitas MCK untuk warga.
"Mesin potong rumput ada empat unit digunakan untuk kepentingan umum, jaring ikan empat pis untuk warga, kandang ayam dan ayam kampung enam ekor serta satu unit MCK," tambahnya.
Program Pokja di Kampung Waitukum, kata Tadius, benar-benar dirasakan dampaknya oleh warga setempat.
"Terima kasih kepada pimpinan YPMAK dan PTFI atas program kerja tahun 2025 di kampung kami. Kami berharap program ini tetap dilanjutkan," harap Tadius.

Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK Monica Maramku mengatakan seluruh program yang dikerjakan oleh Pokja berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB) yang telah disepakati oleh Pokja dan masyarakat.
"Programnya sudah berjalan bagus, kami berharap ada laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana Pokja tahun 2025 sehingga ke depan bisa mendapatkan bantuan lagi," kata Monica. (*)
