Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah terus mendorong upaya perdamaian antara kubu Dang dan kubu Newegalen di Distrik Kwamki Narama.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Kamis, mengatakan pihaknya telah menggelar pertemuan dengan kubu Dang pada Selasa (6/1/2026) dan keluarga korban dari kubu Newegalen pada Rabu (7/1/2026) .
Kedua kelompok yang terlibat pertikaian sengit sejak Oktober 2025 dan telah menewaskan 11 warga itu menyatakan itikad baik untuk menyelesaikan konflik tersebut secara damai.
"Ada itikad baik dari dua belah pihak untuk berdamai. Satu langkah lagi yang akan kami lakukan yaitu mempertemukan kedua bela pihak yang akan dilaksanakan hari Jumat (9/1/2026). Sesudah itu, baru kita akan lakukan prosesi patah panah, bela kayu dan lain-lain," kata John Rettob didampingi Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni.
Dalam pertemuan tersebut, kedua kubu meminta agar aparat TNI-Polri yang saat ini berjaga di Kwamki Narama melonggarkan pengamanan untuk memberi kesempatan pihak-pihak yang bertikai melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk melaksanakan persiapan prosesi perdamaian.
"Saya sudah janji, itu tanggung jawab saya untuk mereka bisa bertemu," kata John Rettob.
Bupati Mimika optimistis proses perdamaian dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama bisa segera terwujud dalam waktu dekat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni mengingatkan seluruh warga Kabupaten Puncak yang kini bermukim di Kwamki Narama, Timika, terutama pihak-pihak yang terlibat langsung dalam konflik agar menghormati seluruh upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah daerah Mimika dan Puncak.
"Jangan ada mobilisasi masyarakat dari atas (Puncak) untuk turun ke Kwamki Narama. Warga saling mengimbau dan mengingatkan agar tidak terlibat lagi dalam konflik. Setelah semua persoalan ini selesai dan warga sudah berdamai, baru mereka bisa turun ke Timika," kata Nenu.
Dukungan terhadap perdamaian menyeluruh di Kwamki Narama juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Gerardus Wamang.
"Kedua keluarga yang berkonflik ini merupakan keluarga saya. Kedua bela pihak sudah jatuh korban, sehingga saya minta untuk segera dilakukan proses perdamaian," ucapnya.
Gerardus mengapresiasi langkah yang ditempuh Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj. Sekda Puncak Nenu Tabuni yang terus-menerus mengupayakan perdamaian dua kelompok yang bertikai di Kwamki Narama.
"Terima kasih banyak bantuannya untuk perdamaian ini. Kami tidak mau masalah ini terjadi lagi," kata Gerardus.
Pemkab Mimika dan Puncak dorong perdamaian dua kubu bertikai di Kwamki Narama
Kamis, 8 Januari 2026 7:45 WIB
Bupati Mimika Johannes Rettob (kiri) didampingi Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak Nenu Tabuni usai bertemu dengan keluarga korban dari kubu Newegalen di Timika, Rabu (7/1/2026) malam. ANTARA/Marsel Balawanga
