Timika (ANTARA) - Bupati Mimika, Papua Tengah Johannes Rettob menemui dua kubu yang bertikai di Distrik Kwamki Narama yaitu kubu Dang dan kubu Newegalen, Kamis.
Bupati Johannes Rettob mengatakan kedatangannya ke Kwamki Narama untuk meminta kedua kubu menghentikan pertikaian dan segera berdamai.
"Hari ini saya datang ke sini tujuannya hanya satu yaitu konflik harus dihentikan dan kedua kubu harus segera berdamai. Saya juga melihat kondisi pengamanan yang dilakukan oleh aparat," kata John Rettob.
Bupati Mimika menyebut jajarannya bersama Pemkab Puncak dan aparat TNI-Polri terus mendorong upaya perdamaian pihak-pihak yang bertikai di Kwamki Narama karena konflik berkepanjangan sejak Oktober 2025 itu telah mengakibatkan jatuhnya 11 korban jiwa, ratusan orang luka-luka, dan kerugian material lainnya.
Sebelumnya Pemkab Mimika telah mengundang dua kubu yang bertikai untuk melakukan pertemuan secara terpisah.
Dari pertemuan yang sudah berlangsung itu, masing-masing kubu menyatakan itikad baik untuk segera berdamai.
Karena itu, Pemkab Mimika akan mengundang sekali lagi dua kubu tersebut untuk hadir dalam pertemuan bersama yang akan berlangsung pada Jumat (9/1/2026).
"Esok saya undang kedua kelompok yaitu dari keluarga korban dan kepala perang (waimum) untuk bertemu di rumah jabatan. Saya pertemukan mereka apakah benar-benar mereka mau berdamai atau tidak," ujarnya.
Selama proses menuju perdamaian tersebut, Bupati Mimika mengultimatum warga kedua kubu agar tidak boleh membawa atau menenteng alat-alat tajam seperti busur, anak panah, parang dan lainnya di kawasan Kwamki Narama.
"Kalau ada yang bawa alat-alat tajam maka akan ditindak tegas," ujarnya mengingatkan.

Pemkab Mimika menyatakan memiliki rencana strategis untuk membangun Distrik Kwamki Narama menjadi lebih baik dan nyaman untuk tempat bermukim warga dari berbagai kelompok etnis dan suku.
Guna mewujudkan rencana itu, Bupati Mimika meminta warga harus bisa hidup berdamai tanpa konflik.
"Bagaimana kami mau bangun distrik ini kalau di sini konflik terus-menerus. Kalau ada masalah, sampaikan kepada pemerintah untuk selesaikan," imbaunya.
Hingga saat ini ratusan aparat Polres Mimika dibantu Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah masih bersiaga di Kwamki Narama, terutama di lokasi yang menjadi titik pertikaian dua kelompok.
Sebelumnya aparat merazia senjata tajam ke rumah-rumah warga Kwamki Narama dan melakukan penyekatan wilayah agar kedua belah pihak tidak saling menyerang.
