Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjadikan nilai-nilai Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai pijakan dalam memperkuat arah pembangunan daerah, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter religius dan inklusif.
Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono di Manokwari, Sabtu, mengatakan nilai Isra Miraj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga sebagai inspirasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang disiplin, bertanggung jawab, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Nilai ketaatan, disiplin, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam Isra Miraj termaktub dalam perintah shalat yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT,” ujar Mugiyono pada peringatan Isra Miraj Kabupaten Manokwari di Masjid Ridwanul Bahri, Sabtu.
Ia mengatakan, nilai-nilai tersebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah.
Pemkab Manokwari terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Manokwari.
Ia menambahkan, solidaritas universal yang diajarkan dalam nilai-nilai keimanan menjadi penting untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan dan bencana.
Ia mengajak seluruh masyarakat Manokwari agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah kebersamaan.
“Manokwari adalah rumah bersama. Pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai persaudaraan, toleransi, dan gotong royong tanpa membedakan latar belakang,” katanya.
Mugiyono berharap, dengan kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Manokwari dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan religius, sejalan dengan nilai-nilai spiritual yang diajarkan melalui peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Manokwari Saleh Mandar mengatakan nilai-nilai keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat yang disiplin, taat aturan, dan peduli terhadap sesama.
“Nilai spiritual jika diterapkan dalam kehidupan sosial dan pemerintahan akan memperkuat etos kerja dan integritas dalam pelayanan publik,” ujarnya.
