Sorong (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang Sorong memfokuskan penyaluran Minyakita ke pasar-pasar yang tergabung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP) guna menjaga ketersediaan minyak goreng di wilayah Papua Barat Daya.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, Riyadi Muslim di Sorong, Selasa, mengatakan saat ini Bulog memiliki stok Minyakita sebanyak 19 ribu liter dan akan kembali mendapat tambahan pasokan sekitar 44 ribu liter dalam waktu dekat.
“Untuk minyak kita, saat ini stok tersedia sebanyak 19 ribu liter dan dalam perjalanan ada tambahan sekitar 44 ribu liter,” kata Riyadi.
Ia menjelaskan distribusi Minyakita sementara diprioritaskan ke pasar-pasar SP2KP karena kebutuhan masyarakat dinilai cukup tinggi di pasar tradisional.
Beberapa pasar yang menjadi fokus distribusi di Kota Sorong antara lain Pasar Remu dan Pasar Boswesen, sementara di Kabupaten Sorong penyaluran dilakukan di Pasar Warmon.
Selain itu, Bulog juga menyalurkan Minyakita ke Pasar Sausapor Tambrauw, serta pasar di Kabupaten Raja Ampat.
“Untuk sementara kami fokus ke pasar-pasar SP2KP agar pasokan tetap tersedia dan tidak terjadi kekosongan di pasar,” ujarnya.
Riyadi mengatakan Bulog Sorong menambah frekuensi distribusi menjadi dua kali dalam sepekan untuk menjaga kontinuitas pasokan minyak goreng di pasaran.
Langkah tersebut, kata dia, dilakukan karena pengiriman pasokan dilakukan secara bertahap menggunakan dua kontainer sehingga perlu pengaturan distribusi agar stok tetap tersedia di pasar.
“Kami lakukan pengiriman dua kali seminggu supaya stok di pasar tetap ada dan tidak kosong,” katanya.
Menurut dia, dengan ketersediaan stok yang ada saat ini, kebutuhan Minyakita di wilayah kerja Bulog Sorong diperkirakan masih mencukupi untuk lebih dari tiga bulan ke depan.
Ia berharap distribusi Minyakita melalui program SP2KP dapat membantu menjaga stabilitas harga minyak goreng sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di Papua Barat Daya.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026