Wasior (ANTARA) - Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat bersama Polres setempat dalam program ketahanan pangan menghasilkan panen jagung sebanyak 2 ton per hektare dari lahan di Kampung Webi, Distrik Rasiei.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri di Wasior, Sabtu mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong guna meningkatkan produksi pangan lokal, serta kemandirian masyarakat.

"Program pemerintah ini menjadi stimulan untuk menumbuhkan semangat masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan secara maksimal,” kata Elysa.

Menurut dia, program ketahanan pangan dari pemerintah diharapkan menjadi model dalam pengembangan pertanian berbasis masyarakat yang dapat diaplikasikan di seluruh Teluk Wondama, terutama daerah-daerah potensial.

Pemerintah daerah melalui instansi teknis akan memberikan pendampingan serta dukungan berupa alat pertanian, benih, pupuk, dan sarana penunjang lainnya guna memperluas pengembangan komoditas pangan secara maksimal.

“Mari terus bercocok tanam. Nanti pemerintah yang siapkan alat-alatnya, masyarakat siapkan lahan, tinggal ditanam,” ujarnya.

Kepala Polres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewasto menyebut, pengembangan komoditas jagung tersebut merupakan bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Berdasarkan perhitungan sementara, hasil panen mencapai sekitar 2,7 ton jagung basah atau setara 1,8 hingga 2 ton jagung pipilan kering setelah proses pengeringan dan diharapkan produktivitas dapat terus mengalami peningkatan.

“Mudah-mudahan bisa terus berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan lokal. Kalau ada kelebihan dapat dipasarkan, termasuk ke Bulog,” kata Bayu.

Lahan jagung seluas satu hektare dikelola dua kelompok tani setempat yang dipelopori Abihud Mbari dan Hirkanus Mbari.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026