Nabire (ANTARA) - Bupati Intan Jaya, Papua Tengah Aner Maisini meminta aparat TNI-Polri yang bertugas di wilayah itu agar menerapkan pola pengamanan yang lebih bersifat humanis guna melindungi masyarakat sipil.

“Pendekatan keamanan harus mengedepankan sisi kemanusiaan dengan melibatkan aparat teritorial yang memahami karakter masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya,” kata Aner di Nabire, Rabu.

Menurut dia, apa pun alasannya masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban konflik antara aparat TNI-Polri dengan kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM.

Melalui pendekatan yang lebih bersifat humanis tersebut, Aner berharap penegakan hukum yang dilakukan aparat TNI-Polri tidak sampai membawa dampak negatif kepada pihak gereja, sarana pemerintahan maupun kelompok masyarakat sipil setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Intan Jaya secara khusus meminta kelompok separatis bersenjata TPNPB-OPM agar tidak melakukan aktivitas di tengah pemukiman warga guna menghindari jatuhnya korban di kalangan masyarakat sipil.

Pemkab Intan Jaya terus berupaya maksimal menangani dampak konflik antara TNI-Polri dengan TPNPB-OPM seperti mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman dan menyediakan tempat penampungan sementara.

Bupati menyebut kini situasi kondisi keamanan di Intan Jaya mulai berangsur-angsur kondusif. Hal itu ditandai dengan kembalinya masyarakat yang sempat mengungsi ke kampung halaman masing-masing ke Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya. Warga juga kembali menjalani aktivitas secara normal seperti berkebun, bersekolah, serta mengakses layanan kesehatan.

“Puji Tuhan, sekarang kondisi daerah kami mulai kondusif. Pengungsi sudah mulai pulang dan masyarakat kembali membangun kehidupan mereka,” ujarnya.

Aner mengingatkan semua pihak agar tidak menjadikan fasilitas umum seperti gereja, sekolah, puskesmas, dan sarana pemerintahan sebagai sasaran konflik karena merupakan tempat pelayanan masyarakat.

​​​​​​​Ia mengajak seluruh elemen, termasuk aparat keamanan, tokoh agama, dan pihak-pihak lainnya bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Intan Jaya agar pembangunan, pelayanan pendidikan, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026