Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menghibahkan lahan kepada Polda Papua Tengah guna memperkuat peran aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.
Bupati Nabire Mesak Magai di Nabire, Rabu, mengatakan hibah lahan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya karena Nabire merupakan ibu kota Provinsi Papua Tengah.
“Kami sudah hibahkan lahan di Kelurahan Bumi Wonorejo seluas 50x100 meter persegi untuk Polda Papua Tengah agar aparat semakin optimal menjaga keamanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Nabire memiliki peran strategis sebagai daerah sentral di Papua Tengah untuk aktivitas ekonomi, pendidikan hingga layanan kesehatan bagi sejumlah kabupaten di wilayah Papua Tengah seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya.
Menurut dia, kondisi tersebut menuntut stabilitas keamanan yang terjaga agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Nabire ini menjadi pusat distribusi bahan makanan, pendidikan, dan kesehatan. Jadi keamanan harus benar-benar dijaga,” katanya.
Selain hibah lahan, Pemkab Nabire juga telah mengaktifkan pos sinergitas bersama TNI-Polri di kawasan Bumi Wonorejo sebagai upaya memperkuat koordinasi pengamanan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga telah memetakan wilayah berdasarkan tingkat kerawanan menjadi zona hijau, kuning, dan merah.
Ia menambahkan daerah yang masuk kategori rawan seperti Topo menjadi prioritas pengamanan, termasuk dengan penambahan personel dan pembangunan pos pengamanan.
Mesak juga mengapresiasi peran TNI-Polri yang selama ini terus menjaga kondisi keamanan Nabire tetap kondusif sebagai pusat pemerintahan Papua Tengah.
“Kami berterima kasih kepada aparat yang terus menjaga kamtibmas sehingga Nabire tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan lancar,” ujarnya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026