Teluk Wondama (ANTARA) - Dewan Adat Papua (DAP) menyerukan perlunya perhatian serius sekaligus perumusan langkah strategis guna mencegah fenomena depopulasi atau penurunan jumlah penduduk orang asli Papua (OAP) dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua DAP Wilayah III Doberai Markus Waran di Teluk Wondama, Papua Barat, Rabu, mengatakan fenomena tersebut menjadi persoalan penting karena berkaitan dengan keberlangsungan identitas budaya, adat istiadat, dan eksistensi masyarakat adat.

“Ini tidak boleh dibiarkan karena menggerus eksistensi OAP di tanah adatnya sendiri,” kata Markus.

Menurut dia, langkah yang perlu dilakukan, antara lain peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat adat, perluasan akses pendidikan, penguatan ekonomi berbasis komunitas adat, perlindungan wilayah adat, serta kebijakan afirmatif kepada OAP.

Pleno XIX DAP se-Tanah Papua menjadi wadah untuk merumuskan langkah proteksi terhadap masalah penurunan jumlah OAP serta permasalahan lainnya yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup masyarakat hukum adat.

“DAP menemukan fakta ada penurunan jumlah penduduk OAP, maka perlu dirumuskan solusi melalui forum pleno ini,” ujar mantan Bupati Manokwari Selatan ini.

Sementara itu, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri berharap Pleno XIX DAP yang dihadiri delegasi dari tujuh wilayah adat di Tanah Papua dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk pembangunan Papua yang lebih berpihak kepada masyarakat adat.

Forum tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan dan persaudaraan antar-masyarakat adat Papua dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika sosial yang terus berkembang.

“Dari Wondama marilah kita tetapkan bersama bahwa masa depan Papua harus dibangun dengan hati, persatuan, dan semangat peradaban yang berkeadilan,” ujar Elysa.

Pleno XIX Dewan Adat se-Tanah Papua dibuka Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Melkias Werinussa yang turut dihadiri Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Judson Waprak, dan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare.

Kemudian, Ketua DPRK Teluk Wondama Aplena Dimara, Dandim 1811/Teluk Wondama Letkol Inf Dwi Haryanto, Kapolres Teluk Wondama AKBP Bayu Dewasto, Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani, serta Sekda Teluk Wondama Aser Waroi.
 



Pewarta: Zack Tonu Bala
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026