Sorong (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu meminta pemerataan distribusi guru di seluruh sekolah di wilayah Papua Barat Daya guna mengatasi ketimpangan tenaga pendidik yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Gubernur Elisa Kambu di Sorong, Kamis, mengatakan saat ini terjadi penumpukan guru pada sekolah-sekolah tertentu, sementara sekolah lain justru mengalami kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru mata pelajaran.
“Di beberapa sekolah ada satu bidang studi yang memiliki tiga sampai empat guru, tetapi di sekolah lain justru tidak ada guru untuk bidang studi tersebut,” kata Elisa Kambu.
Sebelumnya pada Senin (25/5/2026), Gubernur Elisa Kambu menggelar berdialog dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti terkait persoalan pendidikan di wilayah PBD.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah diberikan kewenangan untuk mengatur distribusi tenaga guru agar penempatannya lebih merata sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Namun demikian, kata dia, tantangan terbesar pendidikan di Papua masih terletak pada keterbatasan jumlah guru, terutama tenaga pendidik untuk pendidikan anak usia dini (PAUD).
Elisa mengungkapkan, di sejumlah sekolah masih ditemukan tenaga pengajar yang bukan berlatar belakang pendidikan PAUD, namun harus mengajar karena keterbatasan tenaga guru.
“Yang terjadi sekarang, karena kekurangan guru, siapa saja yang ada akhirnya mengajar. Padahal mereka bukan guru PAUD,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas di PBD.
Karena itu, Elisa meminta Pemerintah Pusat melalui Kemendikdasmen membuka formasi guru PAUD lebih banyak agar kebutuhan tenaga pendidik di Papua dapat terpenuhi.
“Kami berharap formasi guru PAUD dapat diperbanyak sehingga rekrutmen tenaga pendidik bisa memenuhi kebutuhan sekolah-sekolah di Papua,” katanya.
Ia menambahkan pemerataan distribusi guru dan penambahan tenaga pendidik menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di PBD.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026