Nabire (ANTARA) - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pemenuhan akses pendidikan bagi anak didik menjadi fondasi utama yang mendukung pembangunan daerah di wilayah tersebut.
Menurut Meki, kunci pembangunan bangsa hanya dapat dicapai melalui pendidikan, sehingga pemerintah provinsi menetapkan program pendidikan gratis sebagai salah satu prioritas utama sejak awal masa kepemimpinannya.
“Semua gratis, berlaku bagi semua warga yang ada di Papua Tengah. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia,” kata Meki dalam talkshow capaian satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Deinas Geley di Nabire, Jumat, yang dipandu jurnalis senior Andy Noya.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2025 hingga kini sebanyak 128 sekolah dengan total 26.217 siswa di delapan kabupaten telah menerima manfaat program pendidikan gratis tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 150 siswa pada sekolah unggulan, serta menyalurkan dana pendidikan sebesar Rp22,8 miliar bagi 5.210 mahasiswa di 25 perguruan tinggi di Papua Tengah.
Pemerintah provinsi juga menyalurkan beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) dalam negeri kepada 85 mahasiswa dengan anggaran Rp3,8 miliar, serta program pendidikan profesi guru (PPG) sertifikasi bagi 792 guru di delapan kabupaten dengan total anggaran Rp15,9 miliar.
Dia menambahkan, pemerintah juga membangun sekolah berasrama (boarding school) di Nabire sebagai solusi atas kendala keamanan dan akses pendidikan di wilayah konflik.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley menekankan pendidikan menjadi faktor utama yang menciptakan daya tarik suatu daerah untuk berkembang.
“Ibaratnya, di mana pendidikan belum ada, di sana belum ada daya pikat. Tapi kalau di tengah masyarakat pendidikan itu ada, di situ muncul daya pikat yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menilai komitmen gubernur dalam pembangunan sumber daya manusia, terlihat dari konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan yang telah dituangkan dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pemerintah daerah.
“Pendidikan adalah kepemimpinan. Orang sekolah itu untuk memimpin sesuatu. Tanpa itu, apa yang kita kerjakan hari ini tidak akan berhasil ke depan,” katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026