Sorong (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya (PBD) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) PBD Ahmad Nausrau menghadiri sekaligus memberikan tausiyah dalam kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara, Minggu (26/4), bertempat di Sekretariat KKST Kota Sorong.
Kegiatan Halal Bi Halal tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh organisasi kemasyarakatan, serta warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) yang berada di Kota Sorong.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KKST PBD, Ketua KKST Kota Sorong, Anggota DPRD Kota Sorong, Kadisminpers Kodaerah XIV Sorong, Kepala Biro Pemerintahan, Kesra dan Otsus Papua Barat Daya, Plt. Kasatpol PP Kota Sorong, Ketua DMI PBD, Dewan Penasehat MUI PBD PBD, Dewan Penasehat KKST Kota Sorong, Majelis Ta’lim KKST Kota Sorong, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran Wagub PBD menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut karena selain sebagai pimpinan pemerintahan daerah, H. Ahmad Nausrau juga dikenal sebagai tokoh keagamaan yang aktif membina kehidupan umat.
Dalam tausiyahnya, H. Ahmad Nausrau menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan seharusnya meninggalkan bekas dan jejak yang baik dalam kehidupan setiap muslim. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi merupakan bulan pendidikan yang membentuk karakter, akhlak, kepribadian, kesabaran, dan keimanan seseorang.
Wagub menjelaskan bahwa seseorang yang sukses menjalani Ramadhan akan keluar dengan dua sifat utama, yaitu Hablum Minallah dan Hablum Minannas.
Hablum Minallah berarti menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui salat, doa, dzikir, menjalankan segala perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Sedangkan Hablum Minannas adalah bagaimana seseorang menjaga hubungan baik dengan sesama manusia melalui sikap jujur, adil, saling tolong-menolong, menghormati sesama, menjaga silaturahmi, serta memiliki kelapangan hati untuk saling memaafkan.
Menurut H. Ahmad Nausrau, dua hal tersebut menjadi ukuran keberhasilan seseorang setelah keluar dari bulan Ramadhan.
"Singkatnya, kedua hal ini mengajarkan keseimbangan antara menjadi baik kepada Allah dan menjadi baik kepada manusia. Maka Halal Bi Halal menjadi momen penting untuk memperkuat dua sifat ini," ujarnya.
Wagub mengajak umat Islam menjaga semangat kebersamaan dan persatuan di antara sesama.
"Sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini, terutama dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya," kata H. Ahmad Nausrau. (*)
Pewarta: ErnusEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026