Nabire (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar edukasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia kurban di daerah itu untuk pengelolaan hewan kurban sesuai syariat Islam serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Ketua MUI Nabire Rohimin Abdul Rahman di Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu, mengatakan sosialisasi tersebut menyasar 220 peserta yang terdiri atas ketua DKM dan panitia kurban se-Kabupaten Nabire.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan kita bersama dalam memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai syariat Islam, memenuhi aspek kesehatan hewan, serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan ibadah kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga sosial dan kemanusiaan sehingga pelaksanaan harus secara benar, tertib, dan sesuai tuntunan agama.
Dia menjelaskan dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai syarat hewan kurban yang sehat dan layak, tata cara penyembelihan halal dan manusiawi, hingga pengelolaan daging kurban agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.
“MUI bersama pemerintah daerah ingin membangun kesadaran bahwa hewan kurban harus memenuhi syarat syar’i dan syarat kesehatan sehingga daging yang dibagikan benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal (asuh),” ujarnya.
Materi sosialisasi diberikan pihak Dinas Peternakan Nabire dan Komisi Fatwa MUI setempat dengan fokus pada fiqih kurban, kesehatan hewan, tata cara penyembelihan, hingga penanganan distribusi daging kurban.
Sekda Nabire Yulianus Pasang mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan kurban yang aman dan sesuai syariat.
“Tema yang diangkat yaitu 'Bersinergi Mewujudkan Kurban Aman, Sehat dan Syariat' merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberikan edukasi dan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai tata cara pelaksanaan ibadah kurban,” katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan kurban juga harus memperhatikan aspek kesehatan hewan, kebersihan lingkungan, keamanan pangan, dan ketentuan syariat Islam.
Oleh karena itu, kata dia, sinergi antara pemerintah daerah, MUI, tenaga kesehatan hewan, panitia kurban, dan masyarakat diperlukan agar pelaksanaan kurban di Kabupaten Nabire tertib dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya berharap melalui sosialisasi ini masyarakat dapat memahami cara memilih hewan kurban yang sehat dan layak, tata cara penyembelihan sesuai syariat, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dalam proses pendistribusian daging kurban,” ujarnya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026