Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah terus berupaya membenahi fasilitas pendidikan dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) siswa di wilayah itu.

Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Sabtu ,mengatakan pembangunan sarana prasarana pendidikan menjadi menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Mimika.

Fasilitas dan sarana prasarana pendukung belajar yang masih belum memadai di beberapa sekolah di Mimika baik di wilayah kota, pinggiran kota, pesisir dan pegunungan Mimika akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperbaiki.

“Masih banyak sekolah di Mimika yang fasilitas harus dibenahi, kami pemerintah berusaha untuk melakukan perbaikan perbaikan itu secara bertahap,” kata Johannes.

Salah satu contoh fasilitas yang harus segera dibenahi di era digital ini adalah laboratorium komputer yang belum dimiliki oleh beberapa sekolah di Mimika.

“ Sekolah saat ini ujiannya dilakukan secara online, dan masalah yang kita hadapi tidak semua sekolah punya fasilitas itu. Sehingga untuk sekolah yang belum mempunyai fasilitas saat melaksanakan ujian kita titip di sekolah yang sudah punya fasilitas,"ujarnya

Johannes mengatakan, bukan hanya sarana prasarana, masalah pendidikan yang saat ini sedang dihadapi adalah masih banyak sekolah yang tidak memilik izin operasional.

Hal ini tentunya akan berpengaruh pada siswa yang sedang menempuh pendidikan di sekolah tersebut karena tidak terdaftar dalam data pokok pendidikan.

“Ada sekolah yang Dapodik siswanya tidak keluar karena tidak memiliki izin operasional. Masalah ini harus segera diselesaikan. Contohnya sekolah SMP ini tiga tahun, kalau Dapodik nya ditetapkan hanya dua tahun , maka secara administrasi bisa menimbulkan masalah bagi siswa," ujarnya

Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, sekolah dan para guru di masing-masing sekolah agar menyikapi masalah ini secara serius terutama sekolah-sekolah yang saat ini belum memiliki izin operasional.



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026