Nabire (ANTARA) - Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan setiap kebijakan publik agar pembangunan di daerah tersebut berjalan berkeadilan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin, Meki mengatakan peringatan 1 Juni menjadi momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Kepada kepala daerah, pastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," kata Meki.
Ia mengatakan pembangunan daerah dan kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.
Menurut dia, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila harus terus menjadi landasan dalam menjembatani berbagai perbedaan serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama melawan berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmoni sosial serta mengancam persatuan bangsa.
Meki menegaskan Papua Tengah dan Indonesia harus terus menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam membangun persatuan, keadilan, dan perdamaian.
"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya," ujarnya.
Selain kepada penyelenggara pemerintahan, ia juga mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.
"Jangan membiarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," katanya.
Menurut Meki, tema Hari Lahir Pancasila 2026, "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Ia menambahkan Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis.
"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026